Permainan video online seperti Mobile Legend telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, terutama di kalangan generasi muda. Game ini menawarkan hiburan dan kesempatan bersosialisasi secara virtual, namun dari perspektif Islam, muncul pertanyaan mengenai hukum dan etika yang terkait dengan bermain game ini.
Pendahuluan
Sejak rilisnya, Mobile Legend telah menarik jutaan pemain di seluruh dunia, termasuk di negara-negara mayoritas Muslim. Dengan elemen kompetitif dan fitur interaktifnya, permainan ini memberi pengalaman mendalam yang menawan. Namun, bagaimana Islam memandang waktu yang dihabiskan untuk bermain game ini? Apakah ia dilihat sebagai hiburan yang diperbolehkan, atau ada batasan-batasan tertentu yang seharusnya diperhatikan?
Prinsip Dasar dalam Islam
Islam mengajarkan keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan. Segala aktivitas yang dilakukan seorang Muslim diharapkan membawa manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Prinsip-prinsip seperti menjaga waktu, menghindari lagha (hal-hal yang sia-sia), dan memprioritaskan kewajiban, menjadi dasar dalam menentukan hukum aktivitas termasuk bermain game.
1. Memanfaatkan Waktu dengan Baik
Salah satu aspek kritis dalam Islam adalah bagaimana seorang Muslim memanfaatkan waktunya. Firman Allah dalam Al-Qur’an memberikan penekanan pada pentingnya waktu dan memperingatkan agar tidak menyia-nyiakannya. Menjadi penting untuk menilai apakah bermain Mobile Legend justru menghabiskan waktu produktif yang seharusnya dapat digunakan untuk ibadah atau kegiatan bermanfaat lainnya.
2. Prioritas terhadap Kewajiban
Setiap Muslim memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang diatur oleh syariah, termasuk shalat lima waktu, menuntut ilmu, dan bekerja. Ketika waktu bermain Mobile Legend mengganggu pelaksanaan kewajiban-kewajiban ini, maka tindakan tersebut dapat menjadi masalah dari segi agama.
3. Hindari Lagha
Lagha adalah istilah Arab yang merujuk pada hal-hal yang tidak memiliki manfaat atau sia-sia. Bermain game secara eksesif bisa masuk dalam kategori ini jika aktivitas tersebut tidak memberikan manfaat dan justru menjauhkan seseorang dari tujuan hidup yang lebih besar.
Perspektif Ulama tentang Game Online
Pendapat ulama mengenai bermain game seperti Mobile Legend bervariasi, tergantung pada bagaimana game tersebut mempengaruhi kehidupan seorang Muslim. Beberapa pandangan ulama meliputi:
1. Diperbolehkan dalam Batasan
Banyak ulama sepakat bahwa bermain game untuk rekreasi adalah diperbolehkan, selama tidak melalaikan kewajiban-kewajiban utama. Bermain game bisa menjadi cara stres release setelah menjalani rutinitas sehari-hari.
2. Berbahaya jika berlebihan
Bermain game yang berlebihan hingga mengganggu kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial, serta kewajiban agama dianggap sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kecanduan game dapat menimbulkan berbagai masalah yang kontraproduktif.
3. Konten dan Etika dalam Game
Beberapa ulama menyoroti aspek konten dan etika dalam game. Game yang mengandung kekerasan berlebihan, bahasa tak senonoh, dan konsep yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam harus dihindari.
Tips Bermain Game secara Islami
Untuk memastikan bahwa aktivitas bermain game tidak bertentangan dengan prinsip Islam, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:
-
Buat Jadwal yang Jelas: Tentukan durasi waktu bermain dan pastikan tidak mengganggu waktu ibadah.
-
Pilih Game yang Bermanfaat: Hindari game yang mengandung unsur yang bertentangan dengan nilai Islam.
-
Kontrol dan Moderasi: Bermain dalam batas wajar dan hindari hingga mencapai level kecanduan.
- Gunakan untuk Membangun Silaturahmi: Manfaatkan game sebagai sarana untuk membangun hubungan positif dengan teman atau keluarga.
Kesimpulan
Bermain Mobile Legend atau game lainnya, dalam perspektif Islam, terletak pada niat, prioritas, dan cara mengalokasikan waktu. Game bisa menjadi sarana hiburan yang valid selama tidak mengganggu kewajiban seorang Muslim, tidak melalaikan tanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Dengan keseimbangan dan kesadaran, bermain game dapat menjadi aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga produktif.